Saturday, November 13, 2010

Pengenalan Fasilitas Pendukung dalam Penelitian Perikanan (Flume Tank)

Pengertian
Flume Tank atau tanki air berarus adalah sebuah arus tertentu. Umumnya flume tank dioperasikan dengan tenaga mesin. Flume tank merupakan bentuk bentuk konstruksi alat yang dapat menampung air dalam jumlah tertentu dan dapat digunakan sebagai alat yang terkontrol (Arnold, 1969). Bentuk dan ukuran flume tank disesuaikan dengan kebutuhan pengamatan yang akan dilakukan. Dengan menggunakan flume tank, dapat diteliti berbagai hal seperti kecepatan arus, gelombang, uji ketahanan material kapal, uji material alat penagkap ikan, tingkah laku ikan dan beberapa percobaan-percobaan fisika.

Konstruksi
Flume tank terdidri atas beberapa komponen antara lain proveller (untuk menggerakkan air sehingga tercipta arus yang dapat diatur kecepatannya), mesin penggerak (untuk meggerakkan proveller), dan tabung sebagai tempat pengamatan. Dari tiga bagian utama itu, terdapat beberapa bagian yang terhubung menjadi satu yaitu :penggerak baling-baling (proveller),kisi-kisi penyelaras air, filter, floam meter pengatur arus, dan  komputer penghubung. Flume tank terbuat dari material berkualitas tinggi, tahan karat, kuat dan ringan. Konstruksi Flume tank yang ada  terbuat dari baja (alloysteel) dan kaca pada sisinya.
Bentuk dan model sebuah flume tank pada umumnya sama. Untuk mengetahui model atua objek yang dijadikan penelitian, dibuat window glass pada salah satu panjang sisi yang lurus. Tinggi dari window glass atau jendela kaca ini kurang lebih 3 meter. Bagian atas flume tank terbuka dengan panjang dan lebar yang sama dengan ukuran jendela kaca. Bagian yang terbuka ini bertujuan untuk mengatasi proses evaporasi yang terjadi pada air di dalam flume tank. Di sisi lurus kedua terdapat lekukan yang di dalamnya terdapat proveller atau baling-baling yang digunakan untuk menggerakkan air. Tenaga pengerak pada proveller ini menggunakan motor diesel dengan kecepatan 35 pk. Pada flume tank juga terdapat saringan atau filtrasi yang berfungsi untuk menjaga air agar tetap bersih. Untuk pengujian alat tangkap di dalam flume tank perlu dibuat beberapa pola agar hasilnya lebih spesifik dan lebih efisien.
Secara keseluruhan, flume tank memiliki panjang 10 meter, lebar 4 meter, tinggi 1,9meter, volume 48.000 liter atau setara dengan 48.000 kg atau 50 ton air laut, tinggi kaca 1 meter, jumlah kaca 3 dengan tebal masing-masing 1 inci, luas kaca 1x1 meter, ukuran channel 1,2x1,2 meter, kecepatan (v) arus laut 0-3 knot (1 knot = 1,582 mil/jam. 1 knot = 0,5 meter per detik). Bagian window glass memiliki ketebalan 24 mm. Flume tank dibagi menjadi 3 bagian untuk melihat atau mengamati penelitian yang sedang dilakukan. Pada proveller terdapat 4 sudut yang berfungsi untuk menggerakkan air mengalir. Agar pergerakan air tidak terjadi perputaran arus (turbulen) maka dipasang penyelaras arus yang diletakkan sebelum jendela pengamatan sehingga air yang mengalir melalui jendela pengamatan merupakan arus laminar. Selain itu, untuk mengamati kecepatan arus pada flume tank dipasang current meter. Untuk mengetahui kaca tersebut mengalami pemuaian atau tidak, maka pada salah satu bagian dari tengah akan diberikan pemberat. Pada bagian pinggir kaca diberi sejenis sekat yang berasal dari karet untuk mengurangi tekanan air agar kaca tidak pecah. Flume Tank dijalankan dengan menggunakan  mesin diesel yang berbahan bakar solar. Air yang terisi pada flume tank diganti sekitar 3 bulan sekali agar kondisi bagian dalam flume tank tetap bersih dan kebersihan airnya terjaga.
Flume tank digerakkan oleh mesin diesel berbahan bakar solar berkekuatan HP (Horse Power). Untuk menghidupkan Flume tank ada dua cara yaitu dihidupkan lewat komputer ataupun memutar tuas pada mesin sampai mesin menyala. Mesin tersebut dihubungkan dengan baling-baling yang ada di bagian dalam. Baling-baling tersebut terhubung dengan kisi-kisi air yang berfungsi sebagai penyelaras air.
Setiap flume tank menggunakan air tawar untuk melakukan pengujian dan menghindari pemakaian air laut untuk menjaga kondisi flume tank terhindar dari korosi. Untuk pengujian dengan menggunakan air laut tidak dilakukan di flume tank tetapi dilakukan di kolam percobaan biasa. Flume tank berisi kurang lebih 48.000 liter air tawar. Untuk mendapatkan air yang jernih di dalam flume tank, diperlukan penyaringan dengan filtrasi selama 3x24 jam. Setiap 2 minggu sekali, air di dalam flume tank diganti tergentung tingkat kekeruhan air. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi flume tank hingga penuh adalah selama 4 hari nonstop.

Cara Kerja
Flume tank digerakkan dengan tenaga penggerak sebuah motor diesel baik dengan cara otomatis (sistem computer) maupun dengan cara manual (menggunakan engkel).  Sebelum flume tank dinyalakan, terlebih dahulu bak penampungaan air sesuai dengan yang diinginkan. Air yang ada di dalam  flume tank digerakkan oleh baling-baling ke kisi-kisi air yang akan diteruskan ke filter air dan untuk mengatur arus yang diinginkan gunakan floam meter pengatur arus. Filter air kemudian akan mengatur jalannya siklus air yang kemudian terhubung ke pompa air.

Fungsi Flume Tank
Flume tank mempunyai beberapa fungsi diantarnya mempelajari tingkah laku ikan, sebagai media uji coba alat tangkap ikan, mensimulasikan budidaya terumbu karang, mensimulasikan arus agar jaring terbuka maksimal, dan resistensi badan kapal. Pengaruh berbagai kondisi yang ada di laut terhadap bukaan alat penangkap ikan dapat diketahui dengan menggunakan flume tank.
Miniatur flume tank yang dimiliki oleh Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan -Institut Pertanian Bogor berfungsi sebagai alat bantu penelitian mahasiswa mengenai permodelan alat tangkap. Permodelan alat tangkap harus dibuat dengan memperhatikan skala terhadap ukuran sebenarnya sehingga dapat mewakili alat yang akan diteliti. Selain itu bentuk badan perahu juga dapat diuji pada flume tank ini, sehingga kita mengetahui bentuk mana yang cocok pada kondisi arus tertentu.

Daftar Pustaka
http://physed.otago.ac.nz
http://vtchl.uiuc.edu
http://www.eastergerobotics.com