Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

Saturday, July 19, 2014

Lailatul Qadar

'Lailatul Qadar itu kapan ya, kak???' 
Pertanyaan dari adik saya yang sifatnya sangat ingin tahu tentang 'sesuatu' secara mendetail. Saya jeaskan padanya tentang hal ini, selain menambah ilmunya tentang Islam dan Ramadhan, semoga sedikit penjelasan ini bisa membuatnya tambah mencari pahala di bulan Ramadhan ini. Amiiiinnn....


Lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan. Menurut pendapat paling kuat, malam kemuliaan itu terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadar [97]: 3).

Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda: “Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Mari kita hidupkan malam lailatul qadar dengan memperbanyak shalat malam, membaca Alquran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istighfar, i’tikaf, dan kebaikan lainnya.


Aisyah RA berkata, ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, ‘Bacalah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku.”

Monday, November 14, 2011

Amanah dan Tanggung Jawab dalam Islam


“Sesungguhnya KAMI telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, maka dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh…” (QS 33/72)

MAKNA AMANAH

1. Secara Bahasa: Bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan).

2. Secara Definisi: Seorang muslim memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya. Hal ini didasarkan pada firman ALLAH SWT: “Sesungguhnya ALLAH memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan-titipan kepada yang memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dengan adil…” (QS 4/58)

Maka yang termasuk amanah bukan hanya dalam hal materi atau hal yang berkaitan dengan kebendaan saja, melainkan berkaitan dengan segala hal, seperti memenuhi tuntutan ALLAH adalah amanah, bergaul dengan manusia dengan cara yang terbaik adalah amanah, demikian seterusnya.

DALIL-DALIL SYARIAT

1. Al-Qur’an: Kedua firman ALLAH SWT di atas (QS 4/58; 33/72) dan QS 2/283; 8/27; 23/8; 70/32.

2. As-Sunnah:

a. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat, seorang pemimpin pemerintahan adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang rakyatnya, suami adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang anggota keluarganya, istri adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang rumah tangga suaminya serta anak-anaknya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang harta benda majikannya, ingatlah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat.” (HR Muttafaq ‘alaih, dalam Lu’lu wal Marjan hadits no. 1199)

b. “Ada 4 perkara yang jika semuanya ada pada dirimu maka tidak berbahaya bagimu apa yang terlepas darimu dalam dunia: Benar ketika berbicara, menjaga amanah, sempurna dalam akhlaq, menjaga diri dari meminta.” (HR Ahmad dalam musnadnya 2/177; Hakim dalam al-Mustadrak 4/314 dari Ibnu Umar ra; berkata Imam al-Mundziri ttg hadits ini: Telah meriwayatkan Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Thabrani, Baihaqi dengan sanad yang hasan, lih. At-Targhib wa Tarhib 3/589)

HUBUNGAN AMANAH DENGAN KEIMANAN

1. Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dalam diri seseorang. Sabda nabi SAW: “Tidak ada iman pada orang-orang yang tidak ada amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang yang tidak bisa dipegang janjinya.” (HR Ahmad 3/135, Ibnu Hibban dalam shahihnya Mawarid azh-Zham’an-47, al-Bazzar dalam musnadnya Kasyful Astar-100, lih. Juga dalam Albani Shahih Jami’ Shaghir-7056)

2. Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yang salah satu cirinya adalah dipegangnya amanah oleh yang orang-orang bukan ahlinya dalam masalah tersebut. Sabda nabi SAW: “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah tibanya Kiamat.” Kata para sahabat ra: Bagaimanakah disia-siakannya wahai rasuluLLAH? Jawab nabi SAW: “Ketika suatu urusan dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah tibanya Kiamat.’” (HR Bukhari dalam Fathul Bari’ hadits no. 59 dan 6496)

3. Hilangnya Amanah Terjadi Bertahap, sebagaimana sabda nabi SAW: “Seorang tertidur maka hilanglah amanah dari hatinya bagaikan titik hitam, lalu ketika ia tertidur lagi maka hilanglah amanah tersebut bagaikan bekas/jejak, demikianlah seterusnya sampai tidak ada lagi amanah dihatinya, dan tidak ada lagi di hati manusia, sehingga mereka tidak menemukan lagi orang yang amanah. Maka berkatalah sebagian mereka: Di tempat anu masih ada seorang yang bisa dipercaya. Sampai dikatakan kepada seseorang: Ia tidak bisa dipegang, tidak berakal, tidak ada dihati mereka sebesar biji sawi dari keimanan.” (HR Muslim dalam Mukhtashar Shahih Muslim hadits no. 2035)

JENIS-JENIS AMANAH

Islam adalah agama yang sempurna, ia adalah sistem yang mencakup IPOLEKSOSBUDHANKAM (Idiologi, POLitik, Ekonomi, SOSial BUDaya serta pertaHANan dan KeAManan). Islam tidak hanya bicara aqidah atau ibadah saja melainkan ia adalah sebuah sistem yang paripurna mencakup aqidah dan ibadah, agama dan negara, peradaban dan pedang.

Oleh karenanya maka amanah yang dibebankan ALLAH SWT atas seorang muslim adalah mengarahkan semua sistem di atas agar sesuai dengan aturan ALLAH SWT, dan membebaskan manusia dari penyembahan manusia atas manusia dalam seluruh aspek kehidupan menuju penyembahan kepada ALLAH SWT saja, tiada sekutu bagi-NYA, untuk-NYA kita beramal dan kepada-NYA kita akan kembali.

Oleh karena itu maka amanah yang diberikan kepada manusia adalah sebagai berikut:

1. Amanah Fithrah: Yaitu amanah yang diberikan oleh Sang Pencipta SWT sejak manusia dalam rahim ibunya, bahkan jauh sejak dimasa alam azali, yaitu mengakui bahwa ALLAH SWT sebagai RABB/Pencipta, Pemelihara dan Pembimbing (QS 7/172).

2. Amanah Syari’ah/Din: Yaitu untuk tunduk patuh pada aturan ALLAH SWT dan memenuhi perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA, barangsiapa yang tidak mematuhi amanah ini maka ia zhalim pada dirinya sendiri, dan bodoh terhadap dirinya, maka jika ia bodoh terhadap dirinya maka ia akan bodoh terhadap RABB-nya (QS 33/72).

3. Amanah Hukum/Keadilan: Amanah ini merupakan amanah untuk menegakkan hukum ALLAH SWT secara adil baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat maupun bernegara (QS 4/58). Makna adil adalah jauh dari sifat ifrath (ekstrem/berlebihan) maupun tafrith (longgar/berkurangan).

4. Amanah Ekonomi: Yaitu bermu’amalah dan menegakkan sistem ekonomi yang sesuai dengan aturan syariat Islam, dan menggantikan ekonomi yang bertentangan dengan syariat serta memperbaiki kurang sesuai dengan syariat (QS 2/283).

5. Amanah Sosial: Yaitu bergaul dengan menegakkan sistem kemasyarakatan yang Islami, jauh dari tradisi yang bertentangan dengan nilai Islam, menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, menepati janji serta saling menasihati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih-sayang (QS 23/8).

6. Amanah Pertahanan dan Kemanan: Yaitu membina fisik dan mental, dan mempersiapkan kekuatan yang dimiliki agar bangsa, negara dan ummat tidak dijajah oleh imperialisme kapitalis maupun komunis dan berbagai musuh Islam lainnya (QS 8/27).

Ya muqallibal quluub tsabbit quluubanaa ‘alaa diinika…

From: Al-Ikhwan.net, Abi AbduLLAAH

Cinta menurut Islam


Cinta dalam bahasa Arab disebut Al-Mahabbah yang berarti kasih sayang. Menurut Abdullah Nashih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dari kehidupannya.

Di antara tanda-tanda cinta ialah rasa kagum/simpatik, berharap, takut, rela dan selalu ingat kepada yang dicintai. Seorang yang beriman sejak memproklamirkan bahwa tiada illahi selain Allah dan beriltizam (komitmen) sepenuh dayanya, maka Allah harus menempati posisi tertinggi cintanya. Semua tanda-tanda cinta tersebut selayaknya diberikan kepada Allah. Berupa rasa kagum terhadap kebesaran, keagungan dan kekuasaan Allah, mengharapkan cinta Allah, rahmat, keridhaan dan keampunanNya (QS.39:53), rela dan 
menerima ketentuan Allah sepenuhnya, takut kepada Allah, yang menghasilkan sikap menjauhkan diri dari maksiat, serta selalu mengingat Allah (QS.2:152; 13:28; 63:9; 59:19). 

Firman Allah :
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (QS.2:165)

Cinta muncul karena kesadaran telah menerima anugerah dan nikmat yang besar dari Allah, pemahaman betapa rasa kasih sayang Allah melingkupi detik-detik kehidupan kita, serta karena mengenal Allah (Ma'rifatullah). Sehingga seorang mukmin amat sangat cintanya kepada Allah dan memiliki hasrat yang besar untuk bertemu denganNya.

Refleksi cinta adalah tunduk patuh, menurut, taat akan perintah Allah dan menjauhkan diri dari segala laranganNya. Mahabbatullah (rasa cinta kepada Allah) tidak cukup dengan hanya menjadi seorang 'abid (ahli ibadah), tetapi mewujud dalam upaya menegakkan kalimatNya atau agamaNya.

Islam merupakan agama fitrah yang juga mengakui adanya fenomena cinta yang melekat sebagai fitrah manusia. Allah telah memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya tentang prioritas dalam cinta. Firman Allah :"Katakanlah :'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi pettunjuk kepada orang-orang fasik". (QS.9:24)   

Prioritas cinta dapat diklasifikasikan atas prioritas tertinggi, menengah dan terendah. Berdasarkan ayat di atas,prioritas cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalanNya. Hal ini merupakan konsekuensi dan merupakan keharusan dalam Islam. Tak diragukan lagi bahwa seorang mukmin yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya akan mencurahkan segalanya cintanya hanya kepada Allah. Karenaia telah meyakini bahwa Allah-lah yang Maha Sempurna, Maha Indah dan Maha Agung. Tak ada satupun selain Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka lahirlah kesadaran bahwa hanya ajaran Allah-lah yang harus diikuti karena Dia-lah yang Maha Tinggi. Dia juga terdotong untuk mempraktekkan ajaran-ajaran Allah dengan senang hati, penuh keyakinan dan keimanan. Ia telah yakin bahwa untuk membanguan kepribadian yang sempurna dan membina mentalitas manusia hanyalah dengan ajaran Allah yang Maha Suci dari kekurangan.

Rasa cinta seorang yang beriman kepada Allah akan mengambil bentuk awal berupa rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Cinta kepada Rasulullah ( Mahabbaturrasul) ini berwujud sami'na wa atha'na (kami dengar dan kami taat) terhadap perintah rasul, berendah hati, mendahulukan, melindungi dan kasih sayang kepada beliau. Generasi terbaik ummat ini telah mencontohkan betapa Mahabaturrasul bukan hanya terbatas pada salam dan Shalawat, namun juga membentengi Rasulullah dari mara bahaya dalam banyak peperangan dan tampil dalam membela Islam.

Mahabbaturrasul muncul dari keikhlasan dan ketulusan syar'i, rasa cinta yang Allah tumbuhkan, yang tak dapat ditumbuhkan oleh manusia meski membelanjakan seluruh kekayaannya. Rasa cinta yang melebihi rasa cinta kepada bapak-bapak, anak-anak, saudara-sausara, istri-istri, kaum keluarga, harta, perniagaan, rumah-rumah yang disukai. Bahkan rasa cinta yang melebihi rasa cinta kepada diri sendiri. Sabda Rasulullah saw : "Hendaklah kalian mencintai Allah karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmat-Nya. Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah. Dan cintailah ahli rumahku demi cintamu kepadaku." (HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim dari Ibnu Abbas). "Tidak beriman seseorang (dengan sempurna) diantara kalian kecuali aku lebih dicintai dari dirinya sendiri, orang tua dan seluruh manusia" (Al Hadits).

Itulah mahabbaturrasul yang mewarnai hati Abu Bakar Ash Shiddiq ra. Yang membuatnya mendahulukan, melindungi dan tak membangunkan Rasulullah yang tertidur di pangkuannya, walaupun harus menahan sakit kakinya karena tersengat kalajengking hingga mengucurkan darah (peristiwa Hijrah).

Kisah para Shahabat telah membuktikan ketinggian cinta merek kepada Allah, Rasulullah dan Jihad fi sabilillah. Seperti kisah Hazholah bin Amir ra. Yang terjun ke medan perang Uhud meniggalkan istri yang baru sehari sebelumnya dinikahi, dan akhirnya menemui kesyahidan. Ketika itu Rasulullah saw melihat dan berkata kepada para shahabat : "Sesungguhnya aku telah melihat para malaikat memandikan Hanzholah di tengah-tengah langit dan bumi dengan air hujan-dalam sebuah bejana dari perak." (HR. Turmudzi dan Imam Ahmad).

Cinta dengan prioritas menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta ini timbul dari perasaan sesorang, yang terikat hubungan dengan orang yang dicintainya dengan ikatan aqidah, keluarga, kekerabatan atau persahabatan. Syari'at Islam menilai perasaan cinta seperti ini sebagai cinta yang mulia dan agung. Ia termasuk cinta yang kedua setelah cinta kepada Allah, Rasulullah dan jihad di jalan Allah. Bagaimana cinta seseorang terhadap sesamanya tidak dianggap cinta yang luhur dan perasaan yang suci. Sedangkan semua hubungan sosial dan segala tata kehidupan dibina berdasarkan perasaan cinta dan kasih sayang semacam ini. Cinta ini merupakan hal yang perlu untuk mewujudkan kemashlahatan individu dan keluarga pada khususnya serta kemashlahatan bangsa dan kemanusiaan pada umumnya. Sabda Rasulullah SAW : "Tidaklah sempppurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)."Semua makhluk adalah tanggung jawab Allah. Maka yang paling dicintai Allah adalah yang paling memperhatikan kehidupan keluarganya". (HR. Thabrani dan Baihaqi).   

Adapun cinta terendah ialah cinta yang lebih mengutamakan dan menomorsatukan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal dibandingkan terhadap Allah, Rasulullah dan jihad fisabilillah. Cinta jenis adalah yang paling hina, keji dan merusak rasa kemanusiaan. Termasuk pula dalam kategori cinta ini adalah kecintaan kepada sesuatu yang disembah selain Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS.2:165, cinta kepada musuh-musuh Allah, sebagaimana Allah peringatkan dalam QS. Al-Mumtahanah (60):1, cinta berdasarkan hawa 
nafsu sebagaimana cintanya Zulaikha istri Al Azis kepada Nabi Yusuf AS. Tak diragukan lagi bahwa jika para pemuda Islam, kapan dan di mana saja, lebih mengutamakan cintanya kepada Allah, Rasulullah dan Islam maka Allah akan memberikan kemenangan bagi mereka di muka bumi ini.

Cobalah telaah hati kita masing-masing, bener nggak bahwa manajemen cinta di hati kita  telah sesuai dengan kehendak Allah yang telah memberikan sebentuk hati itu kepada kita? Diskusikanlah bagaimana agar hati kita dapat menempatkan Allah, Rasulullah dan jihad fi sabilillah sebagai pprioritas pertama.

REFERENSI
Abdullah Nashih Ulwan, Manajemen Cintaal Ummah, Panduan Aktivis Harokah  
Koleksi Bahan Tarbiyah Islamic Network (ISNET,1996)  

Sunday, September 25, 2011

Messages Tausiyah Semangat

1.   Jangan melihat seberapa besar amanah kita, tapi lihat betapa cinta Allah terhadap diri kita dengan amanah yang ada. Karena dengan amanahlah, Allah menjaga keimanan kita. Tidak setiap amanah harus didapat ketika kita besar dan mampu. Namun untuk menjadi besar inilah Allah memberikan amanah kepada kita. Semoga kita senantiasa berusaha menjaga amanat Allah dan Rasul-Nya. Saling mengingatkan jika kita sedang lalai dalam melaksanakan amanah.

2.  Apa yang membuat Siti Hajar bersemangat berlari-lari dari bukit ke bukit berkali-kali?? Itu adalah keyakinan bahwa sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat dan Allah Maha Pengasih .. sekalipun secara logika, apa gunanya Ia berlari bolak-balik untuk mencari air di antara kedua bukit gersang?? Tapi Siti Hajar hanya ingin menunjukkan kepada Allah kesungguhannya dalam berusaha, dan keyakinannya akan kebesaran Allah dan Allah membuktikan kekuasaannya bahwa usaha Siti Hajar dibalas secara sempurna oleh-Nya dengan zam-zam yang selalu memancar. Semoga menambah semangat kita dalam berikhtiar mencapai segala yang kita harapkan semata-mata untuk mengabdi kepada Allah SWT.. Amiinnn.. *Selamat berjuang Sahabatku..

3.  Dari air kita belajar ketenangan, dari batu kita belajar ketegeran, dari tanah kita belajar kehidupan, dari kupu-kupu kita belajar merubah diri, dari padi kita belajar rendah hati, dari Allah kita belajar tentang kasih sayang yang sempurna.. Melihat ke atas memperoleh semangat untuk maju, melihat ke bawah bersyukur atas semua yang ada, melihat ke samping ada semangat kebersamaan, melihat ke belakang menjadikannya sebagai pengalaman berharga, melihat ke dalam untuk instropeksi diri, melihat ke depan untuk menjadi lebih baik.. Rasakan hari ini kita masih ada, bersyukur dan bersemangatlah kawan.

4.  Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus karena Allah, tanpa syarat dan tanpa kepentingan, indahnya persahabatan jika didasarkan atas landasan keimanan.. “Pada hari itu sahabat-sahabat karib sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan takwa (iman dan amal shaleh)” QS Az Zukhruf:6

5.  Seseorang ditanya, “apa yang membuatmu senang di dunia?” ia menjawab, “aku akan senang jika aku bisa melakukan apa yang Allah suka, banyak hal yang Allah suka, semuanya kebaikan dan untuk kebaikanku” “lantas saat kapan kau sedih??” “saat aku tidak bisa melakukannya, tapi Rabb ku sungguh baik, Dia selalu menghiburku dengan balasan yang mulia bagi orang-orang yang sabar, sekalipun aku tahu musibah itu karena tanganku dan segala rahmat dari Allah” Keep Jihad Ilmi.. never be desperate

6.  Teruslah berusaha sampai apa yang kita harapkan benar-benar terjadi. Sikap ulet tidak akan pernah kembali sia-sia. Selalu ada hadiah untuk setiap keuletan dan perjuangan yang tidak kenal menyerah. Ingatlah bahwa orang-orang yang sukses di dunia ini bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tapi mereka punya keuletan. Jadilah seperti bola yang akan terus muncul ke permukaan walau terus ditekan. Fighting!!

7.  Sebuah kenikmatan terbesar adalah ketika dirimu mensyukuri segala rencana yang telah dibuat Allah. Walaupun rencana yang terjadi tidak sesuai harapan dirimu. Apapun yang terjadi janganlah kamu menyerah. Karena dalam pribadi muslim tidak ada rasa berkeluh kesah tetapi teruslah berproses menjadi lebih baik. Amiinn.. Keep istiqomah dalam menyongsong ridho Illahi. Senyum Semangat!! Semoga bisa saling menjaga, mengingatkan dan menguatkan..

8.  Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya, tapi pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dipilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikannya. Karena yang tersulit dalam hidup ini bukanlah memilih tetapi bertahan pada pilihan. Sedikit waktu mungkin bisa menentukan pilihan, tapi untuk bertahan bisa menghabiskan sisa usiamu.

9.   Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian. Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan. Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. Tetap istiqomah! Sertakan Allah di setiap langkah. Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh dan tulus tidak berharap apapun, tapi sanggup memberi dengan segenap apapun, sebab hanya dari-Nya berharap balasan. Jangan minta dikurangi bebanmu, tapi mintalah untuk mendapatkan kekuatan dalam menghadapinya. Innallahu ma’annaa.. semoga kita siap dan ikhlas dengan segala ketentuan-Nya.. Amiinn..

10. Konsekuensi dari sebuah keputusan adalah mengambil resikonya. Resiko berorganisasi adalah kita menjadi tepat waktu, berpikir kritis, tertata agendanya, mampu berargumen, berpengetahuan luas dan menambah kedewasaan. Jika resiko ini tidak ditemui, maka kita tidak berorganisasi.

11.  Allah tidak menerima satu amalpun tanpa disertai keikhlasan. Sebagaimana yang dikatakan Sulaiman AS dalam Al-Quran: “Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada Ibu Bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau Ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh” (An-Naml:19)

12. Malam ini sebaris doa menyapamu.. Semoga Allah mengabulkan doa-doamu, mewujudkan segala harapan dan cita-citamu, meluaskan ilmu dan rizkimu, memberkahi umurmu.. met tidur kawan..

13.Yang paling penting itu bukan ketika kita berencana, bukan ketika kita berpikir, bukan ketika kita berkata. Tapi ketika kita bertindak, namun sebelum melakukan tindakan tersebut maka semuanya nothing. Ketika kau takut untuk bertindak, percayalah ada Allah sang Maha Kuasa yang akan memberi pertolongan kepadamu atau ada doa orang tua yang senantiasa akan melindungimu. Tetap semangat sahabatku, tapi jangan sampai keegoisan muncul karena ambisimu. Semoga Allah selalu memberikan rahmatnya untuk kita.. Amiinnn...

14. Istiqamah itu adalah saat hati berkata: “Sudah!! Aku lelah!!”, tapi tetap bertahan dengan semua sisa tenaga. Tak berhenti bergerak baik dalam ringan maupun berat. Tetap bertahan dalam kebaikan. Istiqamah adalah jauh lebih berat dibanding saat awal memulainya.

15. Tegur jika aku mulai sombong, tegur jika ku mulai angkuh, tegur jika ku mulai salah, karena ku masih sangat butuh sahabat sepertimu, hari ini, esok dan selamanya. Karena sahabat itu seperti bintang, walau jauh dia bercahaya, meski kadang menghilang, dia tetap ada, tak mungkin dimiliki, tapi tak bisa dilupakan.

*Semoga bermanfaat

Thursday, June 9, 2011

I Love You, Mom!!!

I love U Mom

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA 

Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak penat” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pencen. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya ada duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM

Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Aku tak biasa tinggal negara orang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib

Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib
12/27/2002
Beliau adalah Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib, orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan anak, memiliki kedudukan yang tinggi dan posisi yang luhur di sisi Rasulullah. Beliau juga putri khalifah Rasyidin yang keempat. Kakeknya adalah penghulu anak Adam. Ibu beliau adalah ratu wanita ahli jannah, Fathimah binti Rasulullah, sedangkan kedua saudaranya adalah pemimpin pemuda ahli jannah dan penghibur hati Rasulullah.

Dalam lingkungan yang mulia seperti inilah pada zaman Rasulullah Ummu Kultsum dilahirkan, tumbuh berkembang dan terdidik. Beliau adalah teladan bagi para gadis muslimah yang tumbuh di atas dien, keutamaan dan rasa malu.

Amirul Mukminin Umar bin Khathab al-Faruq , Khalifah Rasyidin yang kedua mendatangi ayahnya untuk meminang beliau. Akan tetapi, mulanya Imam Ali bin Abi Thalib meminta ditunda, karena Ummu Kultsum masih kecil. Umar berkata: "Nikahkanlah aku dengannya wahai Abu Hasan, karena aku telah memperhatikan kemuliannya, yang tidak aku dapatkan pada orang lain." Maka Ali meridhainya dan menikahkan Umar dengan putrinya pada bulan Dzulqa'dah tahun 17 Hijriyah, dan hidup bersama hingga terbunuhnya Umar. Dari pernikahannya mendapatkan dua anak, yaitu Zaid bin Umar al-Akbar dan Ruqayyah binti Umar.

Yang mengesankan pada Ummu Kultsum, istri dari Amirul Mukminin, bahwa suatu ketika Umar keluar pada malam hari seperti biasanya untuk mengawasi rakyatnya (inilah keadaan setiap pemimpin yang bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya dalam naungan daulah Islamiyah ). Beliau melewati suatu desa di Madinah, tiba-tiba beliau mendengar suara rintihan wanita yang bersumber dari sebuah gubug, di depan pintu ada seorang laki-laki yang sedang duduk. Umar mengucapkan salam kepadanya dan bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi. Laki-laki tersebut berkata bahwa dia adalah seorang Badui yang ingin mendapatkan kemurahan hati Amirul Mukminin. Umar bertanya tentang wanita di dalam gubug yang beliau dengar rintihannya. Laki-laki tersebut tidak mengetahui bahwa yang berbicara dengannya adalah Amirul Mukminin, maka dia menjawab, "Pergilah anda dan semoga Allah merahmati anda sehingga mendapatkan yang anda cari, dan janganlah anda bertanya tentang sesuatu yang tak ada gunanya bagi anda."

Umar kembali mengulang-ulang pertanyaannya agar dia dapat membantu kesulitannya jika mungkin. Laki-laki tersebut menjawab, "Dia adalah istriku yang hendak melahirkan dan tak ada seorang pun yang dapat membantunya." Umar bertolak meninggalkan laki-laki tersebut dan kembali ke rumah dengan segera. Beliau masuk menemui istrinya, yakni Ummu Kaltsum dan berkata," Apakah kamu ingin mendapat pahala yang Allah akan limpahkan kepadamu?" Beliau menjawab dengan keadan yang penuh antusias dan berbahagia dengan kabar gembira tersebut yang mana beliau merasa mendapatkan kehormatan karenanya, "Apa wujud kebaikan dan pahala tersebut Wahai Umar?" Maka Umar memberitahukan kejadian yang baru mereka temui, kemudian Ummu Kultsum segera bangkit dan dan mengambil peralatan untuk melahirkan dan kebutuhan bagi bayi, sedangkan Amirul Mukminin membawa kuali yang di dalamnya ada mentega dan makanan. Beliau berangkat bersama istrinya hingga sampai ke gubug tersebut.

Ummu Kultsum masuk ke dalam gubug dan membantu ibu yang hendak melahirkan dan beliau bekerja dengan semangat seorang bidan. Sementara itu, Amirul Mukminin duduk-duduk bersama laki-laki tersebut di luar sambil memasak yang beliau bawa. Tatkala istri laki-laki tersebut melahirkan anaknya, Ummu Kultsum secara spontan berteriak dari dalam rumah, "Beritakan kabar gembira kepada temanmu wahai Amirul Mukminin, bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya seorang anak laki-laki. Hal itu membuat orang badui tersebut terperanjat. Karena ternyata orang di sampingnya yang sedang memasak dan meniup api adalah Amirul Mukminin.

Begitu pula wanita yang melahirkan tersebut terperanjat, karena yang menjadi bidan baginya di gubug tersebut ternyata adalah istri dari Amirul Mukminin. Takjub pula orang-orang yang hadir menyaksikan realita yang berada dalam naungan Islam tersebut ketika seorang kepala negara dan istrinya membantu seorang laki-laki dan istrinya dari Badui.

Setelah berselang beberapa waktu lamanya, tangan yang berdosa dan dengki dengan Islam membunuh Umar bin Khatthab, sehingga Ummu Kultsum menjadi seorang janda.

Tatkala Ummu Kultsum wafat, Ibnu Umar menyalatkannya dan begitu pula putranya, Zaid, yang berdiri di sampingnya dan mereka berdua takbir empat kali.

Ya Allah ridhailah Ummu Kultsum seorang bidan muslimah.

Sumber: Nisa' Haular Rasuuli, Mahmud Mahdi al-Istanbuli & Musthafa Abu an- Nashr as-Syalabi
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Taubatnya Malik Bin Dinar

Taubatnya Malik Bin Dinar
Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan , mabuk-mabukkan, maksiat, berbuat dzalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kedzaliman, tidak ada satu maksiat pun melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat, hingga manusia tidak menghargaiku karena kejahatan ku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menihak dan dikaruniai seorang putri yang aku beri nama fathimah.

Aku sangat mencintai anak ku. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.

Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka dia pun mendekati ku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai baju ku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanallahu wa Ta’ala- Lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.

Setiap kali ia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah SWT seloangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.

Maka aku pun berubah menjaddi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku pun belum memiliki sikap sabar yang ada dalam diri seorang mukmin yang dapat menguatkan ku dari cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setan pun mempermainkan ku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepada ku:”Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum engkau lakukan sebelumnya”. Maka aku bertekad untuk mabuk dan minum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum, dan minum. Maka aku lihat diriku terlempar di alam mimpi.

Di alam mimpi itu aku melihat kiamat.

Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumi pun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan bin Fulan, kemari! Mari menghadap Al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan.

Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku:”Mari menghadap Al-Jabbar!”

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitar ku, seakan-akan tidak ada seorang pun di Padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ular yang amat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar ke arah ku dengan membuka mulutnya. Aku pun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Aku pun berkata:”Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!”, Dia menjawab:”Wahai anakku, aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah ke arah ini mudah-mudahan engkau selamat!”.

Aku pun berlari ke arah yang di tunjukkannya, sementara ular tersebut berda dibelakang ku. Tiba-tiba aku mendapati api di hadapanku. Aku pun berkata:”Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?”, Aku pun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata:”Demi Allah, wajib atas Mu menolong dan menyelamatkan Ku.”Maka Dia menangis karena iba dengan keadaan ku seraya berkata:”Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatu apapun, akan tetapi berlarilah ke arah gunung tersebut, mudah-mudahan Engkau selamat!”

Aku pun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak:”Wahai Fathimah, tolong ayahmu, tolong ayahmu!”.

Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putri ku. Aku pun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka dia pun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular tersebut dengan tangan kirinya. Aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia dududk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.

Dia berkata kepada ku:”Wahai Ayah.”Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (QS. Al-Hadid:16)

Maka kukatakan:”Wahai putriku, beritahukanlah kepada ku tentang ular tersebut.”, Dia berkata:”Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan berubah menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat?dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya, hingga dia menangis karena kondisi mu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat kecil, maka tidak ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”

Dia Romimahullah berkata: Aku pun terbangun dari tidurku dan berteriak:”Wahai Rabb, sudah saatnya wahai rabb ku, ya “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (QS. Al-Hadid:16). Lantas aku madi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.

Dia Rohimahullah berkata:” Aku pun masuk ke dalam masjid dan ternyata imam pun membaca ayat yang sama,”Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (QS. Al-Hadid:16)
…………..

Itulah kisah taubatnya Malik Bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi’in, dan termasuk ulama basrah. Dia dikenal selalu menangis setiap malam dan berkata:”Ya Illahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat yang mengetahui penghuni surga dan neraka, maka yang manakah aku diantara keduanya? Ya Allah, Jadikanlah aku termasuk penghuni surga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka.”

Malik Bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di depan masjid berseru:”Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-Mu!Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-Mu!Wahai orang-orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-Mu! Penolong-Mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari. Dia berfirman kepadamu:”Barang siapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka aku akan mendekatkan diri-Ku satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta maka aku akan mendekatkan diri-Ku satu depa. Siapa yang mendekati diri-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari kecil.”

Aku memohon kepada Allah SWT agar memberikan rizki kepada kita. Tidak ada sesembahan yang Hak disembah Selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang dzalim.

Malik Bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah SWT merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas (Misanul I’tidal, III/426)

Sunday, May 29, 2011

Never Loose Hope

Mungkin kalian pernah merasakan salah dalam mengambil keputusan dan kemudian menyesal atas pilihan kalian itu. Benarkah itu????


Sahabatku...
Ketika kau mengambil keputusan dari pilihan yang membuat hatimu tak yakin, pikirkanlah secara logika dan hati baik-buruk setiap pilihan yang diambil itu. Jika kau masih saja terus bimbang, tak bisa menentukan pilihan itu,, masih ada jalan yang dapat kau lakukan untuk dapat membantumu menemukan jalan itu. 
Apa itu??? 
Berdoa dan Berserah diri kepada Tuhan-Mu.. Mintalah pertolongan pada-Nya.. karena Dia akan selalu ada untuk-Mu walau terkadang kau selalu mencaci-maki ketika Dia tak memberikan keinginanmu dan selalu kau lupakan ketika Dia memberikan keinginanmu tanpa bersyukur pada-Nya. Yakinlah pasti ada jalan akan pilihan yang terbaik yang akan ditentukan dengan bantuan-Nya..
Ingat, manusia hanya bisa berusaha, berdoa dan berharap tapi yang menentukan hasilnya adalah Dia.


Sahabatku...
Sedikit ingin berbagi... Mungkin kalian pernah mendengar nasyid Maher Zain yang berjudul Insya Allah??? 
Sahabatku...
ada hal yang dapat kau pelajari dari lirik-liriknya.. Sangat menyentuh hati, mengingatkan kita akan kebesaran-Nya.. 
Maksud lirik-lirik ini sangat bermakna bagiku, Entahlah jikalau buat kalian,,tapi aku ingin berbagi hal yang ku dapatkan di bagian-bagian lirik ini..


# Lirik bagian I
Everytime you feel like you cannot go on..You feel so lost..That your so alone..All you is see is night..And darkness all around..You feel so helpless..You can’t see which way to go..Don’t despair and never loose hope..Cause Allah is always by your side..Insha Allah..Insya Allah you’ll find your way
Ketika kau tak tau kemana arah langkahmu, merasa kehilangan merasa berada di dalam kegelapan dan sendiri tanpa ada siapapun yang membantu berusaha mencari jalan keluar namun jangan kau merasa putus asa dan hilang harapan.. Ingatlah bahwa Allah selalu berada bersamamu..kemanapun kau pergi, dengan terus mengingat Allah, meminta pada Allah, berserah diri pada Allah atas keputusan yang akan Dia berikan setelah hilang arah...Insya Allah, pasti ada jalan untukmu melangkah ketika selama ini kau tak menemukan jalan itu...
#Lirik bagian II
Everytime you commit one more mistake..You feel you can’t repent..And that its way too late..Your’re so confused, wrong decisions you have made..Haunt your mind and your heart is full of shame..Don’t despair and never loose hope..Cause Allah is always by your side..Insha Allah..Insya Allah you’ll find your way
Maksud lirik ini adalah ketika kau telah membuat kesalahan, kau menyesal namun sudah terlambat untuk kembali. kau bingung dengan keputusan yang salah itu, tak tau cara memperbaikinya. Ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya, lebih baik mencoba memperbaikinya walau sudah terlambat daripada tidak sama sekali dan membiarkan kesalahan itu semakin membesar, sisanya serahkan hasil usaha memperbaiki kesalahan itu kepada Allah. Jangan kau merasa putus asa dan hilang harapan.. Ingatlah bahwa Allah selalu berada bersamamu..kemanapun kau pergi, dengan terus mengingat Allah, meminta pada Allah, berserah diri pada Allah atas keputusan yang akan Dia berikan setelah hilang arah...Insya Allah, pasti ada jalan untukmu melangkah ketika selama ini kau tak menemukan jalan itu...
#Lirik bagian III
Turn to Allah..He’s never far away..Put your trust in Him..Raise your hands and pray..OO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray..You’re the only one that showed me the way,..Showed me the way..Insyaallah..Insya Allah we’ll find the way
Hanya kembali pada-Nya semua keluh kesah, masalah, kesulitan dan jawaban ketidaksanggupanmu akan cobaan yang diberikan kepadamu itu kembali.. Hanya kepada Allah, dengan percaya pada Allah, berdoa, berharap meminta petunjuk jalan agar tidak salah langkah dan Allah selalu temanimu dalam jejak-jejak langkahmu, tak pernah meninggalkanmu sendiri meskipun ketika semua orang di dunia ini meninggalkanmu.. Percayalah bahwa Allah akan menunjukkan jalan itu, karena jika kau tidak merasa putus asa dan hilang harapan.. Ingatlah bahwa Allah selalu berada bersamamu..kemanapun kau pergi, dengan terus mengingat Allah, meminta pada Allah, berserah diri pada Allah atas keputusan yang akan Dia berikan setelah hilang arah...Insya Allah, pasti ada jalan untukmu melangkah ketika selama ini kau tak menemukan jalan itu...


Itulah beberapa hal yang ingin ku bagi dengan kalian. Terima kasih atas lirik yang begitu indah ini, sangat menginspirasi jiwa ini untuk lebih dekat lagi dengan penciptaku yaitu Allah..




*semoga bermanfaat untuk kalian yang sedang merasa sulit menemukan jalan keluar masalah itu..
**Tulisan ini ku dedikasikan untuk sahabat-sahabat ku yg sedang menyesal atas pilihannya dan belum tau apa yang harus dilakukan


^SEMANGAT sahabat pasti ada jalan dan kisah yang indah di akhir jalan yg kau lalui itu... Amiin..
^_^9

Saturday, May 14, 2011

Never Lose Hope

Mungkin kalian pernah merasakan salah dalam mengambil keputusan dan kemudian menyesal atas pilihan kalian itu.
Benarkah itu????
Sahabatku…
Ketika kau mengambil keputusan dari pilihan yang membuat hatimu tak yakin, pikirkanlah secara logika dan hati baik-buruk setiap pilihan yang diambil itu.
Jika kau masih saja terus bimbang, tak bisa menentukan pilihan itu„ masih ada jalan yang dapat kau lakukan untuk dapat membantumu menemukan jalan itu. 
Apa itu??? 
Berdoa dan Berserah diri kepada Tuhan-Mu.. Mintalah pertolongan pada-Nya.. 
karena Dia akan selalu ada untuk-Mu walau terkadang kau selalu mencaci-maki ketika Dia tak memberikan keinginanmu dan selalu kau lupakan ketika Dia memberikan keinginanmu tanpa bersyukur pada-Nya.
 Yakinlah pasti ada jalan akan pilihan yang terbaik yang akan ditentukan dengan bantuan-Nya.. 
Ingat, manusia hanya bisa berusaha, berdoa dan berharap tapi yang menentukan hasilnya adalah Dia.


Sahabatku… Sedikit ingin berbagi…
Mungkin kalian pernah mendengar nasyid Maher Zain yang berjudul Insya Allah??? Sahabatku… ada hal yang dapat kau pelajari dari lirik-liriknya.. Sangat menyentuh hati, mengingatkan kita akan kebesaran-Nya.. 

# Lirik bagian I Everytime you feel like you cannot go on..You feel so lost..That your so alone..All you is see is night..And darkness all around..You feel so helpless..You can’t see which way to go..Don’t despair and never loose hope..Cause Allah is always by your side Insha Allah..Insya Allah you’ll find your way 
Maksud lirik ini sangat bermakna bagiku, Entahlah jikalau buat kalian„tapi aku ingin berbagi hal yang ku dapatkan di bagian lirik ini.. Ketika kau tak tau kemana arah langkahmu, merasa kehilangan merasa berada di dalam kegelapan dan sendiri tanpa ada siapapun yang membantu berusaha mencari jalan keluar namun jangan kau merasa putus asa dan hilang harapan.. Ingatlah bahwa Allah selalu berada bersamamu..kemanapun kau pergi, dengan terus mengingat Allah, meminta pada Allah, berserah diri pada Allah atas keputusan yang akan Dia berikan setelah hilang arah…Insya Allah, pasti ada jalan untukmu melangkah ketika selama ini kau tak menemukan jalan itu…
#Lirik bagian II Everytime you commit one more mistake..You feel you can’t repent..And that its way too late..Your’re so confused, wrong decisions you have made..Haunt your mind and your heart is full of shame..Don’t despair and never loose hope..Cause Allah is always by your side.. Insha Allah..Insya Allah you’ll find your way 
Maksud lirik ini adalah ketika kau telah membuat kesalahan, kau menyesal namun sudah terlambat untuk kembali. kau bingung dengan keputusan yang salah itu, tak tau cara memperbaikinya. Ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya, lebih baik mencoba memperbaikinya walau sudah terlambat daripada tidak sama sekali dan membiarkan kesalahan itu semakin membesar, sisanya serahkan hasil usaha memperbaiki kesalahan itu kepada Allah. Jangan kau merasa putus asa dan hilang harapan.. Ingatlah bahwa Allah selalu berada bersamamu..kemanapun kau pergi, dengan terus mengingat Allah, meminta pada Allah, berserah diri pada Allah atas keputusan yang akan Dia berikan setelah hilang arah…Insya Allah, pasti ada jalan untukmu melangkah ketika selama ini kau tak menemukan jalan itu… 

#Lirik bagian III Turn to Allah..He’s never far away..Put your trust in Him..Raise your hands and pray..OO Ya Allah Guide my steps don’t let me go astray..You’re the only one that showed me the way,..Showed me the way..Insyaallah..Insya Allah we’ll find the way 
Hanya kembali pada-Nya semua keluh kesah, masalah, kesulitan dan jawaban ketidaksanggupanmu akan cobaan yang diberikan kepadamu itu kembali.. Hanya kepada Allah, dengan percaya pada Allah, berdoa, berharap meminta petunjuk jalan agar tidak salah langkah dan Allah selalu temanimu dalam jejak-jejak langkahmu, tak pernah meninggalkanmu sendiri meskipun ketika semua orang di dunia ini meninggalkanmu.. Percayalah bahwa Allah akan menunjukkan jalan itu, karena jika kau tidak merasa putus asa dan hilang harapan.. Ingatlah bahwa Allah selalu berada bersamamu..kemanapun kau pergi, dengan terus mengingat Allah, meminta pada Allah, berserah diri pada Allah atas keputusan yang akan Dia berikan setelah hilang arah…Insya Allah, pasti ada jalan untukmu melangkah ketika selama ini kau tak menemukan jalan itu…

Itulah beberapa hal yang ingin ku bagi dengan kalian. Terima kasih atas lirik yang begitu indah ini, sangat menginspirasi jiwa ini untuk lebih dekat lagi dengan penciptaku yaitu Allah.. 

*semoga bermanfaat untuk kalian yang sedang merasa sulit menemukan jalan keluar masalah itu.
**Tulisan ini ku dedikasikan untuk sahabat-sahabat ku yg sedang menyesal atas pilihannya dan belum tau apa yang harus dilakukan 
^SEMANGAT sahabat pasti ada jalan dan kisah yang indah di akhir jalan yg kau lalui itu… Amiin.. ^_^9