Friday, December 31, 2010

Two Stories When 18 November 2010

Semoga pelangi itu selalu ada dalam kisahku..

Ada dua kisah yang terjadi sepanjang siang pada tanggal tersebut (18 November 2010).. Kisah-kisah tersebut cukup menarik..

1. Kisah nenek yang hanya punya uang Rp 9000 dan sangat butuh payung karena keadaan waktu itu sedang hujan. Namun, di tas yang beliau bawa, hanya berisi kertas-kertas dan surat Yassin yang sudah kumal dan berlipat-lipat. Saya yang ingin membantu, hanya membawa uang pas untuk membeli kebutuhan saya. Beruntung ada seorang pemuda yang bilang akan membayarkan sisa kekurangannya dan bilang kepada penjual tuk mengembalikan uang nenek sebesar Rp 4000, jadi nenek cuma bayar Rp 5000. Sebenarnya penjualnya bingung, nenek uangnya kurang untuk membeli payung hingga banyak pembeli yang mengantri, hingga akhirnya masalah terselesaikan karena pemuda tersebut. Namun saat pemuda tersebut akan membayar barang yang dibeli olehnya, penjual memberikan uang kembalian sesuai harga barang yang ia beli. Karena si penjual akhirnya mengikhlaskan payung tersebut buat si nenek, hitung-hitung amal pada nenek kata penjual. Nenek yang hendak keluar dari toko tersebut berterima kasih kepada penjual, pemuda dan kepada saya juga! hehe.. Nenek mendoakan orang-orang yang telah membantunya yaitu penjual, pemuda dan saya. Amin ya nek, moga doa nenek berkah untuk kami dan semoga nenek selalu berada dalam lindungan Allah.. Amin..

Kisah yang pertama membuat saya menunggu lama karena barang yang saya beli ternyata ada komponen yang terlupa oleh penjual diletakkan dimana karena bingungnya penjual akan si nenek yang beli payung. Tapi pertanyaan terakhir yang ditanya nenek ke penjual sebelum ke luar toko adalah "boleh ditukar ga payungnya?"



2. Kisah seorang pemuda yang sedang bekerja di Bogor (katanya..) yang sedang ribet dengan urusan NPWP yang harus segera ia urus. Namun yang membuat ribet adalah surat keterangan ia tinggal di wilayah kosannya sekitar kelapa gading. Akhirnya menanyakan dimana ia bisa membuat surat tersebut pada saya yang saat itu hendak ke Jakarta. Kisah pemuda Medan ini benar-benar ribet hingga ia sendiri saja tak tau naik bis apa untuk pulang ke Kelapa Gading, hingga ia harus mengikuti saya hingga terminal Baranangsiang dalam suasana hujan. Saya masih bingung hingga hari ini adalah, Kok bisa ya dia sampai Bogor tapi tak tau arah pulang??? Tapi intinya dia bilang, "Begini nih kalau tidak punya kendaraan pribadi, repot euy kemana-mana.."

Kisah yang kedua adalah kisah pemuda Medan yang ribet telpon teman-temannya hanya untuk mencari info dimana rumah bapak RT atau kelurahan tempat ia tinggal. Setelah tahu tempatnya, ia meminta temannya untuk membuat surat keterangan tersebut dan berharap besok surat itu sudah jadi dan selesai agar ia cepat mengurus NPWP.

Selama menemani saya atau bisa dibilang dia ikut saya karena tidak tahu jalan, pertanyaan yang paling saya ingat adalah.."Memangnya kamu bisa kerja jadi apa dan dimana jika selesai kuliah nanti, secara kamu kuliah di bidang perikanan???"


 #Dua kisah ini berhubungannya dengan pemuda dan hujan. Tapi kisah-kisah ini punya makna bagi saya. Semoga kisah ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya agar semakin baik dan bijak dalam menghadapi kehidupan di dunia.

*Sampai jumpa di kisah-kisah yang lainnya....

No comments:

Post a Comment