Monday, May 30, 2011

Deskripsi dan Morfologi Udang Windu (Penaeus monodon)

Deskripsi dan Morfologi Udang Windu (Penaeus monodon)
            Udang windu (Penaeus monodon) atau biasa disebut udang pacet memiliki kulit yang tebal dan keras, berwarna hijau kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan (Wahyudi 2003). Nama dagang udang ini adalah Tiger shrimp.
            Menurut Suwignyo et al. (1997) dalam Ariesta (2007), udang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Filum               : Arthropoda
Sub Filum        : Mandibulata
Kelas               : Crustacea
Sub Kelas        : Malacostraca
Ordo                : Decapoda
Sub Ordo        : Natantia
Famili              : Penaeidae
Genus              : Penaeus
Spesies            : Penaeus monodon

Gambar 1 Udang Windu (Penaeus monodon)
Sumber : www.hk_fish.net

            Tubuh udang windu terdiri dari dua bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan disebut bagian kepala yang sebenarnya terdiri dari bagian kepala dan dada yang menyatu. Oleh karena itu dinamakan kepala – dada (Cephalothorax). Pada bagian perut (abdomen) terdapat ekor di bagian belakangnya ( Suyanto dan Mujiman 2003).
Semua bagian badan terdiri dari ruas – ruas (segmen). Kepala – dada terdiri dari 13 ruas, yaitu kepala terdiri dari 5 ruas dan dada terdiri dari 8 ruas. Sedangkan bagian perut terdiri dari 6 ruas. Tiap ruas badan memiliki sepasang anggota badan yang beruas – ruas pula (Suyanto dan Mujiman 2003).
Seluruh tubuh tertutup oleh kerangka luar yang disebut eksoskeleton yang terbuat dari bahan chitin. Bagian cephalothorax tertutup oleh sebuah kelopak yang dinamakan kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace). Di bagian depan, kelopak kepala memanjang dan meruncing yang pinggirnya bergigi atau biasa disebut rostrum. Di bagian perut terdapat 5 pasang kaki renang (pleopoda) yaitu pada ruas pertama sampai kelima. Sedangkan pada ruas keenam, kaki renang mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas atau ekor (uropoda). Ujung ruas keenam ke arah belakang membentuk ujung ekor (telson). Di bawah pangkal ujung ekor terdapat lubang dubur (anus) (Suyanto dan Mujiman 2003). 

No comments:

Post a Comment